Sejak memulai karir balapannya di karting pada usia delapan tahun, Hamilton sudah dimanajeri oleh sang ayah.
Sang ayah dengan setia mendampingi hingga Hamilton meraih juara dunia pada tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah berdiskusi soal hal ini dan kami sepakat untuk melakukan sedikit perubahan. Kami tidak terburu-buru untuk melakukan perubahan itu, tapi suatu saat nanti saya akan menggunakan manajer baru," ujar Hamilton seperti dikutip dari Reuters.
Apa alasan dari pembalap McLaren itu untuk mengakhiri tugas Anthony? Ternyata Hamilton tak ingin dirinya mengganggu kesibukan sang ayah.
"Ia kini tengah mengembangkan bisnis soal manajemen olahraga. Bisnisnya kini berkembang pesat. Menurut saya, ayah harus memusatkan perhatian sepenuhnya ke bisnis itu."
Anthony menjalani kesibukan lain seperti menjadi manajer Paul di Resta, reserve driver di Force India, pegokart Belanda Nyck de Vries, serta membangun akademi untuk mengarahkan bakat-bakat muda potensial agar bisa tampil di F1. Selain itu Anthony juga terlibat dalam sejumlah urusan soal sepakbola.
"Untuk saya, ayah sudah menyelesaikan tugasnya. Tujuan kami adalah selalu berada di F1 dan menjadi juara dunia. Saya tidak bisa melakukannya tanpa ayah," urai pembalap asal Inggris tersebut.
"Ayah selalu hadir di setiap balapan di sepanjang hidup saya. Saya tidak yakin ada pembalap lain yang selalu didampingi sang ayah di setiap balapan yang mereka lakoni."
Hamilton mengaku siap bila nanti tidak ada lagi sang ayah yang mengatur segala hal baginya, tidak ada lagi sang ayah yang hadir di paddock dan mendampingi di setiap balapan.
"Memang situasinya akan sedikit lain dalam beberapa balapan pertama. Namun saya mengambil hal positifnya saja dan saya pikir di masa depan saya akan semakin nyaman," pungkasnya. Β
(nar/krs)











































