USF1 Out, FIA Tak Tunjuk Pengganti

USF1 Out, FIA Tak Tunjuk Pengganti

- Sport
Kamis, 04 Mar 2010 13:18 WIB
USF1 Out, FIA Tak Tunjuk Pengganti
Paris - USF1 resmi mundur dari keikutsertaan di musim balap F1 2010. Karena FIA tak menunjukkan tim lain sebagai pengganti, alhasil hanya akan ada 12 tim yang berada di grid jet darat musim ini.

Menjadi salah satu dari empat tim pendatang baru F1 di musim 2010, USF1 selalu jadi tim yang paling mengkhawatirkan persiapannya. Berbeda dengan Lotus, Campos Meta (berganti nama menjadi Hispania Racing) dan Virgin Racing, hingga dua pekan sebelum seri pertama di Bahrain tim asal Amerika Serikat tersebut bahkan belum punya mobil dan pembalap.

Selasa (2/3/2010) waktu setempat tim tersebut secara resmi telah mengajukan permohonan penangguhan keikutsertaan musim 2010 dan diundur ke musim 2011. FIA dalam pernyataan resminya, Kamis (4/3/2010), merestui keinginan mundur di musim 2010 namun menolak memberi jaminan untuk dapat izin turun di musim 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu FIA juga memutuskan untuk tidak menunjuk tim pengganti. Keputusan yang sekaligus menutup kans Stefan GP masuk ke F1, setelah sempat mengajukan permintaan untuk bisa diikutsertakan sebagai pengganti USF1.

"Setelah mempertimbangkan beragam opsi, FIA mengonfirmasi kalau tak mungkin dicari pengganti untuk bisa dimasukkan ke dalam kejuaraan di periode yang sudah mendesak seperti ini," demikian pernyataan resmi FIA di Reuters.

Dalam pernyataan lanjutannya, FIA menyebut kalau mereka akan kembali mencari kandidat tim untuk mengisi posisi yang kosong untuk musim 2011.

Masalah keuangan, yang disulut krisis finansial di Amerika Serikat, menjadi penyebab utama mundurnay USF1. Padahal pada Januari lalu mereka sudah memperkenalkan Jose Maria Lopez dari Argentina sebagai pembalapnya.

Dari tiga tim baru yang akan berpartisipasi di F1 musim 2010 ini, Hispania Racing menjadi satu-satunya tim yang belum mengumumkan nama pembalap keduanya. Kandidat kuat pendamping Bruno Senna di kokpit tim tersebut adalah pembalap Indi, Karun Chandhok. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads