Sebelum bergabung dengan McLaren, Button menghabis waktu tujuh tahun bersama tim yang sama; Honda. Tim yang dulunya sempat bernama BAR dan kemudian berganti nama menjadi Brawn GP pada musim lalu.
Menghabiskan waktu yang tak sebentar bersama satu tim membuat Button sedikit merasa aneh ketika ia akhirnya pindah ke McLaren. Tetapi setelah merasakan atmosfer dari tim asal Woking, Inggris, itu, ia menjadi lebih betah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi saya menghabiskan banyak waktu di pabrik, lebih sering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya selama saya berada di dunia balap. Saya harus mengenal orang-orangnya, dan semuanya berjalan dengan baik. Ada atmosfer hebat di dalam tim ini."
"Saya pikir mereka sangat bersemangat karena tahu saya dan Lewis (Hamilton) telah meraih banyak hal di olahraga ini, dan kini kami membalap di bawah atap yang sama. Ada luapan semangat di sini," tukasnya.
Kini, seminggu menjelang balapan perdana di Bahrain (14/3/2010, Button sudah tak sabar untuk mengendarai mobil barunya. Tetapi ia mengatakan, fokusnya tak hanya tertuang untuk satua balapan tersebut saja. Sebagai juara dunia, Button memikirkan keseluruhan musim.
"Saya tak akan melakoni balapan perdana dengan memikirkan, 'Jika dia mengalahkan saya, semuanya berakhir.' Atau saya berpikir, 'Ini dia, saya menang, saya berhasil menjadi juara kompetisi.' Bukan seperti itu."
"Ini adalah balapan dengan 19 seri, sebuah perlombaan yang panjang, dan kita akan melihat apa yang akan terjadi," tandasnya.
(roz/arp)











































