Menanti Schumi di Padang Sakhir

Catatan Olahraga

Menanti Schumi di Padang Sakhir

- Sport
Senin, 08 Mar 2010 17:08 WIB
Menanti Schumi di Padang Sakhir
Moskow - Minggu (14/3/2010) ini perhelatan jet darat tercepat di dunia akan dimulai di tengah padang pasir Sakhir, Bahrain. Setelah empat pekan melalukan ujicoba, penggila F1 menanti di mana posisi sang legenda Michael Schumacher?

Keberadaan pria berusia 41 tahun yang sering dipanggil Schumi dalam dunia F1 sangatlah fenomenal. Keputusannya untuk comeback ke balapan F1 dan hengkang dari Ferrari, yang mengantarkannya juara dunia sebanyak lima kali, telah menjadi buah bibir tiada henti.Β  Ada yang menyangsikan keseriusannya hingga yang paling banyak menyoroti usianya yang sudah tua. Bahkan ada juga yang bilang ia sudah sakit-sakitan.
Β 
Terlepas dari itu semua, pria asal Jerman ini memang menebar pesona yang sangat dibutuhkan dunia F1. Comeback-nya diperkirakan oleh banyak pengamat akan menaikkan rating penonton F1 dan menjadikan balapan mahal ini memiliki daya magis yang luar biasa. Kemampuannya berkomunikasi dengan massa telah memberikan roh baru bagi ramainya balapan jet darat tersebut.
Β 
Kepindahan dari Ferrari, yang membayarnya sebagai advisor, ke Mercedes GP adalah sebuah berita yang menggemparkan. Ferrari dan Michael Schumacher sudah seperti dua muka koin, yang memiliki karakter dan nilai yang sama. Besarnya Schumi utamanya karena Ferrari, dan melambungnya Ferrari adalah karena Schumacher. Tidak heran bila hal ini diakui oleh Presiden Ferrari, Luca Di Montezemolo meski kemudian sambil kecewa mengatakan: "Sekarang dia adalah lawan yang harus ditaklukkan."
Β 
Tiga juara dunia lain yang berpartisipasi musim ini (Fernando Alonso, Lewis Hamilton dan Jenson Button) dalam banyak kesempatan berulang kali berkomentar terkait Schumi. Hamilton sebagai juara tahun 2008 misalnya, mengaku sangat antusias dapat bertarung dengan sang legenda, sedangkan Alonso dengan tegas mengatakan ingin kembali menaklukannya seperti yang pernah dia lakukan. Sedangkan juara tahun lalu, Jenson Button menggarisbawahi bahwa juara dunia tujuh kali itu kini menghadapi dua masalah besar: usia dan kemampuan adaptasi.
Β 
Apa komentar Schumi atas tiga juara dunia itu? Ia sama sekali tidak menanggapi dan tidak memberikan komentar. Dengan kepandaiannya berkomunikasi ia malah mentamsilkan dirinya sepertiΒ  seorang anak kecil yang sedang menunggu natal datang. Sesuatu yang menyenangkan dan tidak akan memberikan rasa khawatir. Ia sendiri sadar bahwa dirinya tidak perlu takut dan khawatir dengan para jawara-jawara kecil itu sehingga sebuah komentar darinya hanya akan membesarkan nama mereka. Itulah mengapa mantan pembalap asal Inggris, Sir Jackie Steward, justu menengarai bahwa ketiga juara lain itu sudah mulai takut, setidaknya khawatir terhadap kehebatan sang legenda. "I can't really imagine life without Formula One." Kata Schumi.
Β 
Schumi, Brawn dan Mercedes
Β 
Pindahnya Schumacher ke Mercedes pastilah bukan sebuah basa basi karena ingin membalap lagi. Juga bukan karena faktor uang semata. Pilihan tersebut tentu telah dilakukan melalui sebuah proses panjang, seperti analisa SWOT (strength, weakness, opportunity dan threat). Secara umum bisa sangat dipahami bahwa keyakinan Schumi terhadap tim barunya karena dua hal: pertama adalah aspek Mercedes, baik yang tekait dengan teknologi dan finansial, dan kedua adalah aspek Ross Brawn. Dan mungkin yang terakhir adalah primordialisme sebagai orang Jerman yang menggunakan mobil buatan negerinya.
Β 
Tidak bisa disangkal bahwa Brawn menjadi aspek yang sangat penting. Secara psikologis, Schumi telah membuktikan bahwa ia bisa bekerjasama sangat baik dengan pria berbadan lumayan tambun ini. Bersamanya pula, ia meraih semua gelar dunia yang bisa jadi sampai kiamat tidak ada yang bisa menyamai. Duet ini sebenarnya akan lebih sempurnya bila ada orang ketiga yang sekarang menjadi Presiden Federasi Motor Internasional (FIA) asal Perancis, Jean Todt. Sebenarnya, inilah tiga dewa yang telah membesarkan Ferrari dan sekaligus menjadikannya lumpuh saat mereka pergi.

Kehebatan Brawn sebagai komandan F1 belum ada tandingannya. Pengalaman terbangnya sudah sangat lama sehinga fasih atas lika-liku peraturan dan aneka isu kehidupan jet balap. Bahkan ketika sudah tidak berada di Ferrari, dengan modal cekak ia berani membeli reruntuhan tim Honda dan langsung menjadikannya juara baik untuk pembalap maupun konstruktor. Seorang Jenson Button dan Barichello secara bergantian naik panggung setelah Brawn dengan cerdik memasang defuser pada mobil mereka berdua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari rekam jejak yang ada, sudah bisa dipastikan bahwa Schumacher akan mendapatkan perlakuan khusus dari Brawn. Bukan hanya karena mereka berdua sudah berkawan lebih dari 10 tahun tetapi sang lengenda juga memiliki kemampuan memberikan masukan bagi perbaikan mobil melebihi pembalap lainnya. Ia bukan sekedar pembalap, tetapi juga seorang advisor terbaik yang ada saat ini. Dengan demikian harap dimaklumi bila semua keinginan Schumi mulai dari yang rasional sampai yang terkesan takhayul diperhatikan.

Tim ini semakin lengkap dengan adanya unsur Mercedes yang secara sungguh-sungguh mau menggelontorkan duitnya dalam rangka mendongkrak image perusahaan dan mendorong penjualan. Teknologi Mercedes yang bekualitas Jerman bisa dijadikan andalan bagi peningkatan kualitas mobil dari satu balapan ke balapan lainnya. Schumi sendiri meyadari bahwa pada akhirnya ia seseorang yang primordial dan lebih mantap bila dapat mengibarkan bendera Jerman dan menggemakan das Lied der Deustchen.
Β 
Schumacher di Bahrain
Β 
Setiap penggila balap pastilah menunggu saat-saat balapan pertama dilakukan. Inilah tes riil tentang kekuatan dari sebuah tim yang telah dipersiapkan melalui investasi puluhan juta dolar. Disini pula bisa diukur kira-kira tim mana dan pembalap mana yang mungkin akan memenangi banyak perlombaan diΒ  sepanjang tahun. Kita semua sangat menanti perhelatan akbar di Bahrain dimana untuk pertama kali dalam sejarah peradaban F1 terdapat empat juara yang langsung akan bertarung.

Pertanyaannya, dapatkah SchumacherΒ  memenangkan lomba perdana itu? Dari empat pekan latihan dan tes mobil, dikabarkan oleh media masa bahwa Mercedes GP bisa dibilang kalah pesona dibandingkan McLaren dan Ferrari. Meskipun begitu, Mercedes masih dalam posisi yang kompetitif. Suatu hal yang mesti dipahami adalah pernyataan dari Schumacher bahwa antara latihan dan balapan yang sebenarnya adalah dua dunia yang berbeda, seperti siang dan malam. Susah ditebak. Apa yang ingin dicapai dalam latihan hanyalah mendapatkan mobil yang standar.
Β 
Dalam latihan misalnya, tidak diketahui berapa bahan bakar yang dibawa, sebab tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa ketika keluar pit stop setiap mobil harus membawa bahan bakar dalam ukuran tertentu. Ini mempersulit melakukan perbandingan kemampuan antara satu tim dan lainnya. Bisa jadi unggulan pada latihan hari tertentu membawa bahan bakar yang sangat minim.
Β 
Padahal dalam balapan nanti dapat dipastikan semua tim akan memenuhi tankinya sejalan dengan aturan baru yang tidak membolehkan pengisian bahan bakar di tengah perlombaan. Efek dari beban bahan bakar ini akan sangat mempengaruhi laju kendaraan baik dalam keadaan lurus, menanjak, belok maupun turun. Di sinilah teknologi memiliki peran penting dalam menciptakan kendaraan yang sangat tahan lama (endurance) dan tingkat kecepatan.
Β 
Set up kendaraan dalam latihan juga akan berubah total dalam setiap perlombaan kedepan, temasuk di Sakhir, Bahrain. Karakter sirkuit yang berbeda menyebabkan para teknisi harus berjibaku siang dan malam selama dua hari (Jumat dan Sabtu) untuk mendapatkan set up kendaraan yang paling pas bagi karakter sirkuitΒ  yang ada. Kemampuan tim teknis ini menjadi salah satu kunci kemenangan dalam setiap perlombaan.
Β 
Hal lain yang menjadi perhatian bagi kemenangan tim F1 terkait dengan strategi lomba serta teamwork. Dua faktor ini bisa sangat menentukan apabila pada suatu saat terdapat kondisi yang tidak diharapkan seperti hujan, tabrakan serta hal-hal teknis lainnya. Dalam hal ini pastilah jam terbang Brawn tidak diragukan lagi.
Β 
Yang terakhir adalah sang sopir, pembalap, driver atau pilot dalam bahasa Prancis. Dari setiap kali balap yang bisa menghabiskan puluhan juta dolar ini akan tidak berarti bila sang pembalap tidak memiliki kualitas. Karenanya pembalap berkualitas akan mendapat bayaran sangat mahal.
Β 
All in all, seperti disampaikan oleh banyak pengamat dan pembalap sendiri, sangatlah sulit untuk menebak apa yang akan terjadi di Bahrain.
Β 
Meski dalam latihan saling menyalip, bukan berarti akan demikian adanya di arena balap sesungguhnya. Teknologi, strategi, teamwork dan kemampuan pembalap merupakan kunci bagi sebuah sinergi kemenangan.
Β 
Yang sudah pasti, penonton di Sakhir, Bahrain akan jauh merunyak dibandingkan tahun sebelumnya sebagai konsekuensi dari faktor Schumi. Magnet itu kini datang lagi dan membuat dunia balap jet darat semakin gemerlap. Di atas itu semua, sang "pemilik" perusahaan F1, Bernie Ecclestone, adalah pemenang utamanya (meraup lebih banyak rejeki). Secara diam-diam pak tua berkacamata bundar yang lahir tahun 1930 itu mungkin akan berbisik singkat, ”Danke schon Schumi.”

--

* Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis, dan tidak mencerminkan sikap redaksi.
* Penulis adalah WNI penggemar F1 yang tinggal di Moskow, Rusia. (din/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads