Lotus yang sudah mati suri selama 16 tahun, terakhir berkiprah pada tahun 1994, dihidupkan kembali oleh Tony Fernandes musim ini. Tony menjadi Team Principal, memimpin duet pembalap Jarno Trulli dan Heikki Kovalainen.
Sementara itu Virgin terhitung sebagai nama baru di dunia F1. Tim yang berbasis di Inggris ini dimiliki oleh Richard Branson, yang adalah pemilik Virgin Group. Richard musim lalu sempat berkiprah di F1 ketika Virgin menjadi sponsor Brawn GP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pemain baru di dunia F1, baik Tony dan Richard sama-sama punya background sebagai pengusaha penerbangan. Tony adalah CEO dari maskapai asal Malaysia yaitu Air Asia, serta Richard adalah pemilik Virgin Airlines.
Keduanya pun lantas melakukan taruhan soal bagaimana hasil Lotus dan Virgin di akhir musim ini. Taruhannya adalah siapa yang finis lebih buruk di klasemen konstruktor nanti.
Jika Lotus peringkatnya di bawah Virgin, maka Tony harus menjadi pramugara di Virgin Airlines selama satu hari. Begitu juga sebaliknya dengan Richard, jika kalah harus jadi pramugara di Air Asia.
"Ya begitulah taruhan gila yang mereka lakukan. Maka musim ini menarik untuk disaksikan pula untuk Lotus dan Virgin," ucap perwakilan Sirkuit Sepang, Azlan Akil, kepada wartawan di FX, Senayan, Jakarta, Selasa (9/3/2010) siang WIB. (a2s/nar)











































