Sayap Belakang Kontroversial, McLaren Santai

Jelang GP Bahrain

Sayap Belakang Kontroversial, McLaren Santai

- Sport
Rabu, 10 Mar 2010 11:40 WIB
Sayap Belakang Kontroversial, McLaren Santai
Manama - Sayap belakang McLaren Mercedes dianggap menyalahi aturan oleh Red Bull. Meski balapan tinggal empat hari lagi, Silver Arrows tak khawatir dengan sayap kontroversi tersebut karena punya rencana cadangan.

Mengklaim mendapat dukungan dari Ferrari, beberapa hari lalu Red Bull mempertanyakan kelegalan sayap belakang McLaren. Yang jadi permasalahan adalah bentuk desain barunya, di mana sayap belakang terbelah dua oleh wind channel yang memanjang dari bagian 'sirip hiu' tepat di atas kepala pembalap.

Inovasi anyar para insinyur McLaren tersebut diyakini memberi bisa memberi Lewis Hamilton dan Jenson Button kecepatan yang lebih tinggi di lintasan lurus. Kabarnya, mobil Silver Arrows melesat 6 km/jam lebih cepat saat melaju di trek lurus ujicoba pra musim terakhir di Barcelona.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FIA sudah mengutus Charlie Whiting untuk menganalisa sayap belakang tersebut. Namun karena pemeriksaan baru akan dilakukan pada Jumat (12/3/2010) lusa, keputusan untuk melarang penggunaan sayap tersebut bisa memunculkan masalah buat McLaren.

Tapi tim tersebut ternyata tenang-tenang saja menanggapi ancaman pelarangan penggunaan sayap belakang mutkahir tersebut. Soalnya, kalaupun akhirnya tak diizinkan, McLaren sudah menyiapkan sayap lain untuk dipergunakan.

"Kami tak akan membuat perubahan radikal pada paket (mobil) yang akan diturunkan, tapi Anda tak akan pernah tahu apa yang akan dilakukan stewards di hari itu. Kami mendapat masukan terbaik dari FIA demi transparansi," ungkap Direktur Pelaksana McLaren Mercedes, Jonathan Neale.

"Jika steward memutuskan lain, tetap kami punya kewajiban untuk membalap, jadi kami punya persiapan, tapi saya tak akan bekerja keras untuk itu," lanjut Neale di Reuters.

Rasa percaya diri yang dimiliki McLaren terkait sayap belakangnya itu bisa jadi karena mereka sebelumnya sudah lebih dulu berkonsultasi dengan FIA. Neale bahkan mengaku sudah menemui beberapa principal tim-tim lain untuk menjelaskan pro-kontra pada bagian mobilnya itu.

"Kami sudah berbicara dengan (team principal Ferrari), Stefano (Domenicali) dan beberapa tim principal lain serta kolega-kolega. Tentu saja mereka semua menginginkan kejelasan. Kami melakukan hal yang sama terhadap perkembangan beberapa tim lain. Tak ada yang salah dengan (sayap) itu, kami cukup yakin kalau mobil kami legal," tutup Neale.

(din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads