Lampu aba-aba pernah ditinggalkan Ferrari usai insiden yang melibatkan Felipe Massa di GP Singapura tahun 2008. Sejak saat itu, The Prancing Horse memakai cara tradisional, yakni lollipop.
Tahun ini, Ferrari kembali memakai alat elektronik itu untuk memberi aba-aba kepada pembalap saat melakoni pit stop. Tujuannya gara proses pit stop lebih lekas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karenanya, ada opsi tambahan untuk mengantar pembalap kembali ke balapan," imbuh Ferrari.
Di GP Singapura 2008, malfungsi di lampu aba-aba membuat Massa yang tengah mengisi bahan bakar melaju sebelum waktunya. Dengan selang masih terpasang, Massa berusaha keluar dari pit.
Massa baru berhenti di ujung pit lane dan harus didorong ke belakang untuk melepaskan selang tersebut. Kegagalan Massa jadi juara di Singapura ikut memengaruhi perburuan juara dunia tahun itu.
Selain kembali memakai lampu aba-aba di pit, Ferrari (dan Renault) juga bakal memakai kunci khusus untuk membuka ban agar proses penggantian si kulit hitam bundar lebih lekas.
Tahun ini, proses pit stop hanya ditujukan untuk mengganti ban karena ada larangan mengisi bahan bakar. Proses pit stop ini diperkirakan hanya akan makan waktu 2-3 detik.
(arp/krs)











































