Setidaknya ada dua tim, Red Bull dan Ferrari, yang minta FIA untuk menelaah legalitas sayap belakang MP4-25 McLaren tersebut karena mereka menilai rancangannya memberikan keuntungan 6 km per jam buat duo McLaren di trek lurus.
Charlie Whitting dari FIA pekan lalu sebenarnya berencana untuk datang ke markas McLaren di Woking untuk meneliti inovasi baru tim tersebut. Namun, Motorsport menyebut pemeriksaan itu sempat tertunda karena adanya penundaan jadwal penerbangan dari Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Auto Motor und Sport kemudian melansir ucapan seorang ofisial FIA yang menyebut bahwa rancangan McLaren tersebut sebagai, "trik sederhanya yang brilian."
(krs/key)











































