Tahun 1994 menjadi musim terakhir F1 di mana mobil Lotus ikut berpartisipasi. Mundurnya tim tersebut di tahun 1995 dianggap sebuah pukulan buat F1 lantaran Lotus adalah pengumpul tujuh gelar juara dunia konstruktor dan enam juara dunia pembalap.
September 2010 lalu Lotus akhirnya resmi mengumumkan kembali ke dunia F1. Mendapat dukungan dari pemerintah Malaysia, mereka kini muncul dengan nama Lotus Racing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahrain adalah tempat yang sulit untuk memulai membalap lagi. Sangat panas di sana, kering dan berpasir. Jadi itu akan menjadi pembaptisan api buat kami, tapi kami harus memulai dari suatu titik, semoga kami bisa finis," ungkap tim principal Lotus, Tony Fernandes di Reuters.
Meski dianggap sbagai tim terbaik dibanding dua pendatang baru lainnya, Lotus jelas masih kalah jauh jika harus bersaing dengan tim-tim papan atas seperti McLaren, Ferrari atau Red Bull. Sebagai gambaran T127 milik Lotus terpaut lima detik dengan MP4-25 kepunyaan McLaren Mercedes saat ujicoba di Barcelona.
"Bisa berada di sana pada kualifikasi Sabtu, bersama Ferrari, McLaren dan Renault, Red Bull, serta semua tim yang lain sejak lama menjadi sesuatu yang sangat fantastis," pungkas Fernandes.
Untuk musim 2010 Lotus mengandalkan dua pembalap yang sudah cukup punya banyak pengalaman menunggangi jet darat yakni Jarno Trulli dan Heikki Kovalainen. Sementara posisi pembalap ketiga ditempati driver lokal Fairuz Fauzy.
(din/a2s)











































