Vettel memang layak masuk daftar unggulan juara di musim ini, terlebih setelah performanya musim lalu amat memikat. Dan ia mengawali kiprahnya di tahun ini dengan meraih pole position dari sesi kualifikasi.
Saat balapan pembalap Jerman ini meluncur mulus di fase krusial sampai tikungan pertama. Posisi terdepan berhasil ia pertahankan, dan itu ia jaga terus sampai melebihi setengah lomba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan hal itu terjadi di lap 34. Alonso terlihat cukup mudah meng-overtake Vettel, yang bahkan juga langsung disusul Felipe Massa. Di lap 38 Vettel juga dikalahkan Lewis Hamilton, dan beruntung tidak juga dibalap Nico Rosberg alias masih dapat 12 poin, finish di posisi keempat.
Sebuah isu berhembus dari paddock Red Bull seusai balapan. Disebutkan bahwa Vettel kecapekan sehingga performanya menurun seiring dengan performa RB6 yang juga nge-drop. Namun itu buru-buru disangkal pihak Red Bull. Ditegaskan bahwa kegagalan Vettel semata-mata faktor teknis, ada kendala elektrik di mesin.
Penasehat tim Red Bull Helmut Marko segera membesarkan hati Seba -- sapaan untuk anak muda berusia 22 tahun it u --, bahwa penampilannya sudah luar biasa.
"Dia menakjubkan," ujar Marko. "Di balapan yang sulit ini dia tanpa kesalahan. Dia mengendalikan semuanya dari awal."
Dua sensasi yang disebutkan Marko adalah kemampuan Vettel mempertahankan posisinya saat start, serta upayanya tidak sampai dikejar duo Mercedes (Nico Rosberg dan Michael Schumacher) setelah masalah pada mesin mobilnya ditemukan.
Dari lima kemenangan dalam karirnya, empat di antaranya dibuat Vettel di musim lalu, ketika dia finish sebagai runner up di bawah Jenson Button. Statistik itu yang membuat dia lebih diyakini bisa menjadi kampiun, seperti empat jawara saat ini (Alonso, Hamilton, Button dan Schumacher). Paling tidak, dalam bursa-bursa taruhan ia umumnya ditempatkan di urutan kedua favorit juara setelah Alonso.
(a2s/mrp)











































