Hingga seri ketiga balapan musim ini, Schumacher berada di posisi 10 klasemen sementara pembalap. Poin yang dikumpulkan juara dunia tujuh kali itu masih satu digit, yakni sembilan.
Schumacher bahkan kalah angka dibandingkan Adrian Sutil, pembalap dari Force India. Padahal Schumi bernaung di tim yang cukup kuat yakni Mercedes GP. Pembalap berusia 41 tahun itu juga kalah dengan rekan satu timnya yang lebih muda, Nico Rosberg (posisi lima, 35 poin).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pembalap Niki Lauda misalnya, mengaku bahwa untuk melihat sinar terang Schumi, sebaiknya menunggu hingga setidaknya seri ketiga.
Sayang dalam tiga seri yang telah dilakoni, pencapaian Schumacher pun terus menurun. Finis keenam di seri pertama di GP Bahrain, urutan sepuluh di GP Australia, dan yang teraktual adalah tidak finis di GP Malaysia.
Eks pembalap Benetton dan Ferrari itu mengatakan bahwa dirinya gagal di Sepang akibat mur yang tidak beres.
Namun bila ditilik secara lebih jauh, F1 saat ini memang sudah banyak berubah dibandingkan dengan masa jaya Schumacher. Jadi bukan merupakan hal yang aneh apabila Schumacher, meski menyandang status juara dunia tujuh kali, harus berjuang keras.
"Yah, pada akhirnya memang beginilah balapan. Tidak ada gunanya marah-marah dengan kondisi yang ada. Kita harus bisa menerima situasi ini sebagai bagian dari permainan dan terus menaatap ke depan," tulis Schumacher di situs pribadinya.
Schumi pun dengan terbuka memberikan selamat kepada partner sekaligus juniornya. "Pada akhirnya Nico (Rosberg) menghadirkan podium pertama bagi kami. Saya bergembira untuknya dan untuk tim."
(nar/nar)











































