Reputasi Schumi di dunia Formula 1 tidak terbantahkan lagi. Pria asal Jerman itu bak menjadi legenda dengan koleksi tujuh gelar juara dunia yang dimilikinya.
Schumi yang mengumumkan pensiun pada 2006, akhirnya memutuskan untuk comeback tahun ini, bersama Ross Brawn yang ikut membesarkan namanya, di bawah naungan Mercedes GP. Namun keputusan tersebut kini banyak dipertanyakan karena dia tak kunjung berprestasi, setidaknya jika dilihat dalam tiga balapan yang sudah digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat hasil yang jauh dari kata memuaskan ini, bahkan surat kabar ternama Jerman, Bild sudah berani menulis bahwa ini adalah tanda kejatuhan Schumi. Andaikan tak kunjung menunjukkan performa meyakinkan, reputasinya sebagai seorang legenda terancam tercoreng.
Menurut pengamatan Stewart, comeback Schumacher bukan inti masalahnya, melainkan pensiun dini. Jika Schumi merasa masih mampu membalap dan bersaing, sebaiknya dulu dia menunda pensiunnya.
"Michael memutuskan untuk pensiun terlalu dini. Dia seharusnya tidak berhenti karena dia belum selesai dengan membalap," papar Stewart seperti dilansir dari Guardian.
"Saya tahu saya tidak akan membalap lagi ketika saya pensiun dan begitu pula dengan Gerhard Berger (mantan pembalap F1). Saat Niki Lauda benar-benar pensiun - setelah comeback-nya sukses - dia bahkan meninggalkan helm-nya di kursi mobil. Dia tahu, kita semua tahu bahwa dia tidak akan kembali lagi kesana. Tapi Michael selalu memiliki urusan yang belum selesai," tutup dia.
(din/din)











































