Tak sekali-dua FIA di masa lalu dituding lebih memihak Ferrari ketimbang tim lain. Mosley yang menjabat sebagai presiden FIA pada periode yang memanjang dari tahun 1993 sampai dengan 2009, menolak mentah-mentah anggapan tersebut.
Jika pun ada perhatian khusus dari FIA ke Ferrari, hal ini boleh jadi dipicu karena sikap Ferrari yang lebih terbuka ketimbang tim lainnya. Untuk hal ini, Mosley menyebut Ferrari bersikap fair dan jujur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferrari boleh lebih jujur dan terbuka dibanding tim lain, tapi ada pula hal yang dikritik Mosley dari tim tersebut. Ferrari dinilainya tak siap bersaing di F1 dengan dasar kesetaraan. Hal ini bermuara pada budget cap atau pembatasan pengeluaran yang akan bikin setiap tim berkompetisi dengan dana relatif setara.
"Antara Januari dan Mei 2008, kami melakukan sejumlah pertemuan dan semua orang setuju dengan pembatasan pengeluaran dan metodologinya, tapi Ferrari selalu menentang. Saya pikir itu karena mereka tahu jika mereka mengeluarkan jumlah uang yang sama dengan tim lain, mereka akan gagal," nilai Mosley.
Selain itu, kritikan lain juga Mosley layangkan ke arah Luca di Montezemolo. Kali ini tak terlalu berkaitan dengan kegiatan balap karena menyangkut kepribadian si presiden Ferrari.
"Luca itu amat sangat baik dalam berhubungan dengan orang dan dia jelas sangat menyenangkan, tapi menurut saya dia juga punya karakter yang sangat lemah sehingga mudah diarahkan," tandas Mosley.
(krs/key)











































