Posisi enam di GP Bahrain menjadi raihan terbaik Schumi di musim comeback-nya tahun ini. Setelah itu dia dipaksa menelah hasil buruk dengan menempati posisi 10 di Australia dan China serta gagal finis di Malaysia.
"Saya sendiri tak akan melakukan comeback kalau tak yakin bisa melakukan pekerjaan ini. Dia bukan turis di paddock, dia kembali untuk menang dan akan melakukannya lagi," seru Bernie Ecclestone, salah seorang yang membela Schumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Di China) Dia sempat berada di posisi empat, mundur untuk masuk pit dan akhirnya tetap bisa finis di posisi 10," ujar Haug di ESPN Star.
"Anda bilang dia kesulitan, tetapi faktanya dia bisa memenangi seri kedua musim ini. Kita harus adil ketika Michael kembali ke F1 karena mobilnya tak bekerja dengan seharusnya," tukasnya.
Kendati Haug berkata mobil Mercedes tak cukup cepat, bukti di trek meunjukkan bahwa rekan setim Schumi, Nico Rosberg, mampu duduk di urutan dua klasemen. Bahkan dalam dua balapan terakhir ia bisa naik ke podium.
"Tak adil mengatakan bahwa Nico cepat karena mobil semata. Mungkin Nico adalah manusia tercepat di dunia," tandas Haug.
(roz/din)
