Sebelumnya hanya McLaren yang ngotot memakai sistem tersebut. Sistem F-duct diyakini bisa menambah top speed mobil saat trek lurus dengan mengalirkan udara dari kokpit terus ke sayap belakang, dan juga menambah daya cengkram saat di tikungan.
Namun, FIA telah mengumumkan bahwa sistem F-duct yang dipakai oleh McLaren adalah legal. Keputusan tersebut membuat tim Ferrari, Mercedes, Williams dan Sauber ramai ramai mencoba mengadopsi sistem tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Alonso membuka sistem tersebut dia harus melepas stir dan membukanya dengan tongkat kecil tersebut. Hal itu dianggap bisa membahayakan keselamatan pembalap karena harus melepas stir.
Bukan hanya alasan keamanan tapi juga pengurangan biaya. Meski McLaren mencoba menyakinkan penggunaan tersebut aman namun sebagian besar tim -tim F1 dalam Asosiasi Tim F1 (FOTA) memutuskan F-duct dilarang mulai tahun depan.
"Ini bagian dari rekayasa cerdas insinyur. Namun beberapa solusi terlihat sedikit marjinal ketika Anda melihat pembalap mengemudi dengan ujung jari dan melepas tangannya," kata Bos Red Bull Racing Christian Horner seperti dilansir Autosport.
"Jadi saya pikir ada masalah keselamatan dan masalah biaya sebagai pertimbangannya," tambahnya.
Dilarangnya sistem F-duct digunakan musim depan merupakan keputusan kedua FOTA. Sebelumnya mereka juga telah setuju melarang penggunaan diffuser ganda untuk musim depan karena dikhawatirkan akan lepas kendali.
(key/din)











































