Pendeknya sirkuit, sekitar 3,34 km, dipadu dengan lambatnya beberapa mobil tim debutan, membuat mereka potensial jadi backmarker yang mengganggu. Jika 24 mobil tersebut turun berbarengan dan dengan waktu tempuh sekitar 1 menit 15 detik, maka jarak di antara setiap mobil cuma 3 detik-an.
"Hal terburuknya adalah Anda memasuki tikungan Rascasse setiap lap dan ada antrean lima mobil," cemas Prinsipal Red Bull Christian Horner seperti yang dilansir SkySports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah soal bagaimana mencatat lap yang cukup bersih untuk bisa lolos (ke kualifikasi kedua)," ungkap Horner.
"Sayangnya, menurut statistik, akan ada sebuah mobil setiap 140 meter bila semua turun berbarengan dan saat ada perbedaan besar dalam hal kecepatan di antara mobil-mobil itu," terang dia.
Red Bull adalah penguasa sejati kualifikasi F1 musim ini. Dari lima seri yang telah digelar, lima pole position diborong 'Banteng Merah'. Horner pun menyebut kunci strategi kualifikasi di GP Monako akhir pekan ini adalah fleksibilitas.
"Salah satu jalan adalah Anda terus mencatat waktu dalam 20 menit dengan harapan akan mendapatkan lari yang bersih. Atau Anda keluar saat tim-tim yang mobilnya pelan ada di pit dan memastikan Anda mendapatkan satu lap yang Anda butuhkan," tukas Horner.
"Fleksibilitas akan jadi kunci karena secara teori, tim-tim papan atas cuma harus mengalahkan satu mobil cepat lainnya untuk bisa lolos ke Q2," pungkasnya.
(arp/key)
