Agresivitas memang menjadi ciri utama Hamilton musim ini, setidaknya di lima seri yang telah digelar. Aksinya menyusul lawan sering dipuji, tapi tak jarang pula dikritik karena dianggap merugikan.
Akhir pekan lalu di GP Spanyol, Hamilton mengalami nasib sial ketika bannya pecah di penghujung lomba. Beberapa menyebut itu adalah 'hasil' dari gaya agresif Hamilton sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lewis Hamilton harus lebih tenang untuk lebih bisa mengeluarkan seluruh potensinya," komentar Villadelprat kepada El Pais seperti yang dikutip Sky Sports.
"Bagi saya, dia adalah salah satu dari tiga pembalap teratas F1, setara dengan level Sebastian Vettel dan Fernando Alonso," tukas Villadelprat yang kini mengasuh tim Epsilon Euskadi.
Peristiwa pecahnya ban di Sirkuit Catalunya ditengarai akibat ban sudah terlampau lelah meladeni gaya agresif Hamilton. Meski belum ada pengumuman resmi dari McLaren, itu cukup jadi indikasi agar Hamilton sedikit lebih santai.
"Saya tidak bisa bilang apa yang jadi sebab peristiwa hari Minggu itu. Tapi sejarah Hamilton menunjukkan itu adalah hasil dari cara membalap yang agresif," kata Villadelprat.
"Dia adalah salah satu pembalap yang paling banyak menghabiskan ban. Saat ini, ban itu harus sanggup dipakai selama 50 lap, itu menimbulkan banyak masalah," tutup dia.
(arp/key)











































