Dari tujuh seri yang sudah berlangsung, Red Bull berhasil merebut tujuh pole position dan tiga juara seri. Bila di GP Turki dua pekan lalu kedua pembalapnya tidak bertabrakan, mereka bahkan bisa jadi telah mengoleksi empat gelar juara.
Kedigdayaan ini pasti membuat risau tim-tim pesaing. Tapi Brawn yang menggawangi Mercedes GP, tim juara dunia konstruktor tahun lalu, menilai Red Bull masih bisa dikejar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam desain mereka, ada aspek-aspek yang berbeda dengan tim lain. Jadi saya pikir tim lain akan memperkenalkan hal yang sama dalam beberapa balapan ke depan," ujar Brawn kepada Autosprint yang dikutip Autosport.
"Sebagai contoh, saya tahu semua orang tertarik pada sistem pembuangan mereka. Apa yang belum berhasil mereka atasi adalah F-duct. Itu yang membuat McLaren kompetitif," analisis pria asal Inggris itu.
Brawn ada benarnya. Meski superior di lintasan, di papan klasemen konstruktor, saat ini Red Bull (171 angka) malah tertinggal satu angka dari McLaren (172).
"Di papan kejuaraan dunia, Red Bull masih sangat bisa dikejar," tuntas Brawn yang kini timnya tertinggal 71 angka dari Red Bull dan 72 dari McLaren.
(arp/mrp)
