Isu favoritisme mencuat ketika Red Bull memasangkan sayap depan milik Mark Webber ke mobil Vettel menjelang kualifikasi GP Inggris, Sabtu (10/7/2010).
Webber lantas meradang dengan tindakan itu. Kemarahan pembalap Australia itu ia terjemahkan menjadi kemenangan di GP Inggris di mana setelah menjejak finis ia meneriakkan kalimat "tidak buruk untuk pembalap kedua," kepada tim lewat radio.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu normal. Inilah balapan, inilah yang terjadi di dalamnya dan inilah yang disukai orang-orang," imbuh pemuda Jerman kelahiran 22 tahun lalu itu.
Kejadian di Inggris tersebut sebenarnya bukanlah yang pertama karena di GP Turki akhir Mei lalu, keduanya malah terlibat tabrakan di antara mereka sendiri saat berebut posisi terdepan.
"Situasi (internal)? Lihatlah saat ini, lihat juga dua balapan lalu, lalu jika Anda melihat dua balapan ke depan, maka kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi. Lihat saja," ujar Vettel.
"Saya kemarin bilang lewat radio, kalau ada orang yang bisa mengusir persoalan ini di masa mendatang --karena hal itu jadi sering menimpa kami--, maka saya akan menghargainya. Itulah hidup, dan hidup terus berjalan," tuntasnya.
(arp/key)











































