Masalah mengemuka saat Webber menjadi juara di GP Inggris akhir pekan kemarin. Pembalap Australia itu menuding tim lebih memfavoritkan Vettel.
Lewat team radio, Webber mengatakan bahwa ini merupakan hasil yang tidak buruk-buruk amat untuk seorang pembalap kedua. Diberitakan Autosport, melalui situs resmi tim Webber menjelaskan bahwa perkataan itu muncul akibat dirinya masih dalam kondisi emosional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal lontaran tentang adanya anak emas di dalam Red Bull yakni Vettel, pembalap bernama lengkap Mark Alan Webber itu mengatakan masalah terjadi karena kurang komunikasi.
"Kekecewaan saya pada hari Sabtu selepas kualifikasi terjadi karena saya juga ingin mendapatkan hasil terbaik, seperti juga yang diinginkan driver yang lain."
"Sebastian mendapatkan sayap depan baru untuk sebuah alasan yang tidak diberitahukan kepada saya hingga Sabtu petang. Saya paham mengapa tim mungkin menjadikan pembalap yang memiliki poin lebih baik sebagai favorit, jika tim memiliki sumber daya yang cukup untuk sepenuhnya mendukung salah satu dari pembalap itu," kata pembalap yang memulai karirnya di F1 tahun 2002 itu.
Webber pun menegaskan bahwa hubungannya dengan Vettel, bos tim Christian Horner, dan juga personel tim "Banteng Merah" lainnya tetap baik.
"Rasa hormat saya kepada seluruh tim juga saya berikan kepada para pembalap. Saya paham memiliki driver yang sangat bagus sebagai rekan satu tim. Kami saling berbagi informasi dengan bebas dalam pertemuan tim dan saling berkontribusi untuk pengembangan dan kemajuan mobil."
"Saya dan Seb (Sebasitan Vettel) bukanlah musuh. Kami berdua hanyalah dua pembalap yang berusaha keras dan ingin meraih hasil terbaik untuk diri kami sendiri dan juga tim."
"Sementara Christian Horner dan saya sudah saling kenal sejak lama. Kami adalah kawan dan kami saling menghormati satu sama lain,"Β tukas pembalap yang mengoleksi lima kemenangan dan 15 podium di sepanjang karirnya tersebut.
Webber pun menyatakan bahwa masalah ini sudah selesai. Pembalap kelahiran 27 Agustus 1976 itu juga bisa menerima bila di sisa musim bakal muncul kebijakan "favoritisme".
"GP Inggris memberikan hasil luar biasa bagi kami dan tim. Namun waktu berlalu begitu cepat dan bila kami terus melihat ke belakang, itu tak menolong persiapan kami untuk GP Jerman. Kami harus terus maju."
"Kami sudah berbicara soal balapan akhir pekan di markas tim dan telah menyelesaikan semua masalah. Kini semua memahami, bila nantinya kami harus mengalami masalah seperti ini lagi, maka prioritas diberikan kepada pembalap yang memiliki poin lebih banyak," demikian Webber.
(nar/krs)











































