Di lintasan Webber dan Vettel memang tengah bersaing. Namun rivalitas antara keduanya tampak semakin meruncing. Kompetisi itu terlihat jelas saat GP Inggris dua pekan yang lalu. Ketika itu Webber mengungkapkan bahwa dirinya merasa diperlakukan tidak adil dan hanya dijadikan yang kedua. Dalam perkembangan selanjutnya, pembalap asal Australia itu menyatakan masalah ini sudah selesai.
Masalah di Red Bull memang sudah selesai. Namun di waktu ke depan, rivalitas itu dipastikan semakin runcing menyusul restu yang diberikan oleh owner tim Dietrich Mateschitz kepada dua pembalapnya untuk saling beradu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu berarti pembalap berjuluk "Baby Schumi" tersebut bakal mendapatkan dukungan total. Sementara bagi Webber, bukan tidak mungkin cibiran menghampirinya.
Rivalitas antar pembalap yang berujung pada hinaan kepada salah satu dari mereka pernah terjadi. Pada tahun 2008, Lewis Hamilton kala menjalani sesi latihan di sirkuit Catalunya, Spanyol mendapat hinaan dari publik di sana. Rivalitas antara pembalap Inggris itu dengan Fernando Alonso di musim sebelumnya diduga menjadi awal dari tindakan tersebut.
Namun Webber yakin bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Ia percaya bahwa publik Jerman bakal tetap ramah baginya. "Sejauh ini saya mendapatkan sambutan dengan baik. Ya mereka pasti mengetahui ada beberapa hal kurang bagus terjadi pada musim ini. Tetapi saya yakin mereka datang hanya untuk menonton balapan," tukas pembalap kelahiran 27 Agustus 1976 itu di Sportinglife.
"Ya jelas saya bukan orang Jerman. Tetapi saya punya penilaian soal bagaimana cara mereka mengikuti perkembangan olahraga ini. Jadi ini merupakan waktu yang baik bagi saya untuk membalap di sini dalam bagian dari karir saya," lanjut pria yang pernah bergabung dengan Mercedes-Benz di kejuaraan FIA GT Championship dan Le Mans 24 Hours di tahun 1998 dan 1999 itu.
Musim lalu, GP Jerman memberikan kenangan indah kepada Webber. Untuk pertama kali sepanjang karirnya di F1, pria bernama lengkap Mark Alan Webber itu memenangi balapan dalam lomba yang saat itu digelar di Nurburgring.
Masihkah Jerman "ramah" pada Webber akhir pekan nanti? (nar/a2s)











































