Setelah seri pertama di Bahrain, Ferrari akhirnya bisa kembali meraih kemenangan di GP Jerman. Tak cuma menjejak podium tertinggi melalui Fernando Alonso, The Prancing Horse melengkapi sukses tersebut dengan mengantar Felipe Massa duduk di posisi dua.
Namun keberhasilan tersebut dicoreng sendiri oleh tim asal Italia itu. Dalam sebuah momen, terlihat kalau Massa dengan sengaja melambatkan kendaraannya demi memberi jalan pada Alonso untuk mendahului dan akhirnya keluar sebagai juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat serangan dari banyak sisi, Ferrari, melalui presidennya Luca Di Montezemolo, melontarkan jawaban. Orang Italia itu menyebut kritikan banyak tim pada Ferrari sebagai munafik karena hal tersebut sudah berlangsung sudah sangat lama.
"Dalam banyak kejadian, hal seperti ini terjadi sejak (Tazio) Nuvolari (pembalap Ferrari di era 1930-an). Saya sendiri mengalaminya saat masih menjabat direktur olahraga, saat ada Niki Lauda, dan bukan itu saja," seru Di Montezemolo.
Karena alasan itulah Di Montezemolo meminta tim-tim lain untuk tidak munafik dengan apa yang terjadi beberapa hari lalu.
"Karena itulah cukup sudah dengan semua kemunafikan ini, bahkan jika saya bisa percaya ada orang yang lebih suka dua pembalapnya saling menyingkirkan satu dengan yang lain. Tapi itu bukan masalah buat saya, atau juga buat fans kami," tuntas dia seperti dikutip dari Eurosport.
(din/roz)











































