Pembicaraan team order masih terus mewarnai kompetisi jet darat musim ini. Ada pun peristiwa team order itu mencuat setelah Ferrari melakukannya di GP Jerman akhir pekan kemarin.
Berbagai opini mengalir baik itu yang mendukung, menolak, atau pun berusaha beropini secara netral dan diplomatis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"F1 adalah olahraga tim, namun ketika pembalap berhasil melintasi garis finis, maka dia adalah individu yang memenangi kategori pembalap. Olahraga ini memiliki penilaian untuk kategori pembalap dan konstruktor dan seperti itulah F1. Jadi bagi saya, bila tim tak mengapresiasi pembalap, maka saya tidak tertarik untuk balapan lagi," tegas dia.
Button pun mengatakan salah satu aspek menarik dan menantang bagi pembalap di F1 adalah kompetisi dengan rekan satu tim.
"Salah satu hal terbesar di F1 adalah bersaing dengan rekan satu tim dan bagi saya, bersaing dengan seorang juara dunia sungguh besar artinya," lugas eks pembalap BrawnGP itu.
"Memang kadang menyakitkan bila ada tim di mana dua pembalapnya saling berkompetisi. Namun hal itu juga bisa membantu karena dengan begitu kita juga bisa saling memacu semangat satu sama lain dan juga tim bakal mengembangkan mobil dengan lebih baik."
Button juga mengatakan bahwa setiap pembalap harus diberi kesempatan, perlakuan, dan juga dilengkapi mobil yang dengan kemampuan sama. Pembalap kelahiran 19 Januari 1980 itu juga menyatakan bahwa dirinya bakal kecewa seandainya dia ditempatkan sebagai favorit.
"Jika suatu saat nanti saya menyadari bahwa rekan satu tim saya mendapatkan perlengkapan yang berbeda dari saya, atau saya yang menjadi favorit, saya tidak akan gembira karena saya pikir kami semua telah melakukan penipuan," ujar Button.
(nar/nar)











































