Webber merebut pucuk pimpinan klasemen itu setelah memenangi GP Hongaria akhir pekan lalu. Dengan nilai 161, pembalap Red Bull itu menggeser kedudukan pembalap McLaren, Lewis Hamilton, yang bernilai 157.
Bagi Briatore, manajer Webber, kemenangan di Hongaria itu menunjukkan kemampuan sejati pembalap Australia tersebut. Tak heran bila Webber kelak bisa jadi juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya bukan mengunggulkan Webber karena ia pembalap asuhan saya. Saya cuma mengatakan apa yang dilihat semua orang dari rumahnya," tukas Briatore lagi.
Di usia yang sudah 33 tahun, prestasi Webber memang telat mekar. Baru tahun lalu ia bisa finis di posisi empat di klasemen akhir. Sebelumnya, pria Australia itu selalu menyelesaikan musim di peringkat belasan.
"Mark adalah pembalap dengan kemampuan eksepsional. Dia sekarang telah mencapai titik kematangan dan ketenangan yang bisa membuatnya berbicara banyak," komentar Briatore.
"Di Hongaria dia berani mengambil risiko membalap di 3/4 jarak lomba dengan ban soft yang ia pakai sejak start. Itu tindakan yang membuat ia menang sekaligus menunjukkan ia memakai otaknya, tidak seperti yang lain," tandas eks bos Renault itu.
(arp/rin)
