Red Bull Dikritik, Webber Menjawab

Red Bull Dikritik, Webber Menjawab

- Sport
Kamis, 05 Agu 2010 15:29 WIB
Red Bull Dikritik, Webber Menjawab
Jakarta - Penampilan hebat Red Bull di musim 2010 diiringi kecurigaan kalau mereka menggunakan sayap depan ilegal. Kesal dengan kondisi tersebut, Mark Webber meminta kritikus timnya mengurusi diri sendiri.

Enam balapan dari 12 seri yang sudah digelar musim ini berhasil dimenangi Red Bull. Catatan mereka makin luar biasa jika melihat keberhasilan merebut pole position di sesi kualifikasi dengan total 11 kali start di posisi terdepan.

Sukses Mark Webber menjuarai balapan di Hongaria akhir pekan lalu bahkan mengantar Red Bull menggeser McLaren Mercedes dari posisi puncak klasemen konstruktor. Bukan itu saja, klasemen pembalap saat ini juga dimiliki Webber, meski hanya unggul empat angka atas Lewis Hamilton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sukses besar tim yang bermarkas di Buckinghamshire, Inggris itu juga diiringin kecurigaan dari kontestan-kontestan lain. RB6 kepunyaan Red Bull diduga memakai sayap depan yang fleksibel dan bergerak dalam kecepatan tinggi, yang sejatinya melanggar aturan FIA.

FIA sendiri sesungguhnya tidak mempermasalah sayap depan tersebut karena sudah lolos dari pemeriksaan dan dianggap tidak bermasalah. Meski tidak melancarkan protes resmi, McLaren Mercesdes sempat menyatakan ketidaksenangannya terhadap perangkat mutakhir Red Bull, yang juga dimiliki Ferrari tersebut.

"Rekan-rekan kami sudah bekerja luar biasa untuk mendesain mobil ini sesuai dengan regulasi. Dan kami juga bisa melewati pemeriksaan yang dilakukan FIFA. Mobil ini selalu bisa melewati pemeriksaan FIA, jadi saat ada orang yang tidak menyukai apa yang mereka lihat di stopwatch, mereka menjustifikasi berdasarkan posisinya," ketus Webber di Crash.

Webber kemudian menyindir McLaren yang pada awal-awal musim lalu memperkenalkan teknologi F-duct, dan kemudian diadaptasi oleh beberapa tim lain.

"Ada tim yang melakukan sesuatu hal, sementara tim lain melakukan hal lainnya. McLaren menjalani tahun yang hebat; mereka tertinggal beberapa poin, tapi mereka masih di sana. Mereka memakai F-duct, yang merupakan ide sensasional. Kami dibuat repot dengan teknologi itu, lanjut Webber.

Terlepas dari adanya tim yang mengkritik kecepatan Red Bull terkait penggunaan sayap depan fleksibel tersebut, Webber mengaku sangat puas dengan kemampuan RB6.

"Kami kini lebih dari gembira dengan apa yang kami miliki di mobil dan kami bisa tidur nyenyak di malam hari. Anda tak seharusnya menghakimi sesuatu sebagai banyak akal dan bahwa seseorang melakukan pekerjaan yang bagus, dan kadang itu masalahnya. Selalu ada (ide) yang baru yang bisa Anda keluarkan," tuntas dia.
(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads