Dari 12 seri yang telah berlangsung, Glock belum memetik satu pun angka. Ia lima kali tidak finis, sekali tidak start dan prestasi terbaiknya cuma finis di posisi ke-16.
Hasil ini berbeda jauh dengan hasil musim lalu di mana ia berhasil mengumpulkan poin-poin penting, termasuk dua kali finis podium. Benarkah buruknya prestasi Glock adalah karena ia sudah kehilangan motivasi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membela tim baru seperti Virgin memang sedikit menyulitkan Glock. Hal itu berbeda dengan tim Toyota yang ia perkuat tahun lalu. Di Toyota, Glock mendapat paket mobil yang cukup mumpuni.
"Saya selalu bilang kalau saya senang bekerja dengan tim yang perkembangannya konstan. Jika perkembangannya terhenti atau gagal, maka saya, seperti halnya pembalap lain, pasti frustrasi, lah," tutur Glock.
"Tapi itu bukanlah masalahnya. Kami bahkan sudah membuat langkah bagus untuk masa depan," tukas pembalap berkebangsaan Jerman itu.
Glock dikabarkan akan hengkang ke Renault musim depan untuk mendampingi Robert Kubica. Rumor itu sempat mengencang saat Glock menyatakan bahwa ia terbuka terhadap kemungkinan pindah tim.
"Saya punya kontrak jangka panjang dengan Virgin dan saya sangat ingin menaikan level tim ini. Kami punya semua yang kami butuhkan untuk mencapai target kami musim ini dan di masa depan," tutup pembalap 28 tahun itu.
(arp/rin)
