Pada awal September ini, Vodafone, salah satu sponsor McLaren, menggelar sebuah acara di runway Schiphol selama dua hari. Di sana, Lewis Hamilton menggeber mobil F1 McLaren di landas pacu.
Rupanya, kegiatan tersebut memicu kekesalan dari KLM, maskapai Belanda yang merupakan pengguna utama Bandara Schiphol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai pengguna utama Bandara Schiphol, hal itu sangat menimbulkan ketidaknyamanan. Pada sebuah bandara yang sibuk, keselamatan dan keberlanjutan adalah hal yang utama," masih kata sang juru bicara.
Kegusaran KLM juga diakibatkan oleh tidak adanya pemberitahuan dari pihak penyelenggara demo McLaren itu bahwa akan ada penutupan landas pacu.
"Kenapa kampanye seperti ini tidak dilakukan di bandara yang sudah ditutup saja," tandas jubir KLM.
(arp/roz)











































