GP Korea rencananya akan menjadi seri ke-17 di musim 2010 ini dan bakal dilangsungkan pada 24 Oktober mendatang. Namun sekitar empat pekan sebelum balapan tersebut dimulai, Bernie Eccelstone justru meragukan kesiapan Yeongam Korea International Circuit bisa menggelar balapan jet darat itu.
Jika benar dibatalkan, maka itu akan sangat merugikan tim-tim yang hingga kini masih bersaing ketat merebut status juara dunia mengingat peluang menambah poin
berkurang satu seri. Kondisi tersebut terjadi terutama buat McLaren dan Ferrari yang masih berada di bawah Red Bull.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana pembatalan GP Korea juga disesali tim yang tak terlibat dalam persaingan merebut gelar juara. Tim Renault menyebut pembatalan GP Korea akan menjadi pemborosan besar karena sudah banyak yang tim persiapkan untuk bisa berada di sana.
"Itu mengkhawatirkan karena uang yang sudah kami keluarkan tak mendapatkan apa-apa. Kerja keras kami tak mendapatkan apa-apa. Tak diketahui apakan itu akhirnya akan jadi atau tidak -- dan situasi itu jelas bukan sesuatu yang bagus," ungkap tim principal Renault, Eric Boullier di Autosport.
Bagaimana dengan Red Bull? Meski berpeluang jadi pihak yang diuntungkan jika balapan di Korea jadi batal, tim tersebut yakin kalau race masih akan tetap bisa digelar.
"Saya pikir kami pasti akan berada di Korea. Saya sudah berbicara dengan seorang perwakilan sebelumnya dan mereka terlihat sangat percaya diri. Kami berada di sana beberapa pekan lalu dan mereka terlihat dalam kondisi baik, jadi kami cukup yakin. Sampai saat ini seluruh penerbangan ke sana sudah dipesan," seru team principal Christian Horner.
(din/din)











































