Webber yang tadinya unggul lumayan jauh atas rival-rivalnya, kini cuma menyimpan keunggulan 11 angka dari pembalap Ferrari, Fernando Alonso, dengan cuma empat seri tersisa.
Sukses Alonso dan Ferrari memangkas jarak itu adalah karena mereka sukses merebut dua kemenangan beruntun di GP Italia dan GP Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengakui keuntungan momentum yang dimiliki Alonso dan Ferrari, Webber tidak gentar. Pasalnya, GP Jepang yang akan jadi lomba berikut tampaknya relatif bersahabat buat mobil Red Bull yang ia kendarai.
Di GP Jepang tahun 2009, Red Bull menjuarai lomba meski itu atas nama Sebastian Vettel, bukan Webber. Tapi setidaknya, itu menunjukkan kecocokan mobil Red Bull dengan karakter Sirkuit Suzuka.
"Saya optimistis kami bisa tampil baik di Jepang, dan memang tim kami tampil bagus di sana," pungkas Webber yakin.
(arp/arp)











































