Nama Raikkonen ramai dibicarakan bakal kembali ke F1. Tim yang dihubungkan dengan pembalap berjuluk The Ice Man itu adalah Renault.
Seperti diberitakan sebelumnya, Raikkonen menegaskan andai dirinya kembali ke F1, dia tak akan bergabung dengan Renault. Pembalap Finalndia itu mengaku kecewa karena namanya digunakan untuk kepentingan penjualan Renault.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kita tidak bisa kecewa dengan komentar seperti itu, namun yang saya tak paham adalah mengapa Kimi begitu agresif dan menuding kita telah melakukan sesuatu?" ujar bos tim Eric Boullier.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan bicara panjang lebar kepada media untuk menanggapi ucapan Kimi. "Kami hanya menjawab pertanyaan itu. Meski begitu hal tersebut telah menarik kami ke dalam sesuatu yang sulit karena secara konstan itu selalu menjadi topik pembicaraan."
Boullier membantah bahwa pihaknya menggunakan nama Raikkonen untuk kepentingan penjualan.
"Kami sama sekali tak mendompleng nama Kimi, seperti halnya yang dia katakan kepada pers. Saya tidak pernah bicara kepada media dan saya tidak melihat keuntungan bila kami berbicara kepada media soal ketertarikan Kimi dan pendekatan mereka untuk kami."
Boullier menjelaskan kronologis terjadinya "hubungan" antara Renault dan pembalap yang kini berkarir di WRC tersebut. Boullier mengatakan bahwa pasca GP Belgia, manajer Kimi mendekati kubu Renault.
Namun Renault meminta mereka menunggu, karena pabrikan Prancis itu masih harus melakukan evaluasi terhadap pembalap mereka Vitaly Petrov. Setelah evaluasi dilakukan, Renault berjanji menghubungi kembali pihak Raikkonen.
"Pada akhirnya, isu ini mengundang minat besar media dan selama sepekan ini media terus memberitakan tentang hal ini. Saya menebak karena tidak ada apa-apa yang bisa diberitakan, dan saya menebak bahwa Kimi merasa gerah dengan kabar yang beredar," ujar Boullier.
"Namun saya selalu memegang kata-kata saya--dan ketika itu diketahui publik saya pikir fair-fair saja. Ya, kami memang tersanjung telah dihubungi oleh pihak Kimi, tapi ketika itu kami tak mengatakan apa-apa."
"Sekarang saya pikir situasinya sudah jelas bagi saya dan bagi dia, dan ini merupakan akhir dari pembicaraan," tutup Boullier. (nar/key)











































