Menjelang GP Korea pada 24 Oktober depan, Webber masih menjadi berada di pucuk klasemen pembalap dengan poin 220. Pengejar terdekatnya adalah Fernando Alonso (Ferrari) dan Vettel yang rekan satu timnya sendiri.
Dengan kondisi tersebut, tim tertentu mungkin akan memilih untuk meletakkan prioritas kepada satu pembalap terdepan, ketimbang mengambil risiko tak ada satu pun pembalapnya yang akhirnya jadi juara dunia. Tapi tidak demikian dengan Red Bull.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus memastikan tak ada satu pun yang merasa dirugikan. Masih ada 75 poin lagi yang tersisa. Saya berjanji tim takkan turut campur dalam persaingan berebut gelar juara," tegas Horner yang dikutip ESPN F1.
Sebelumnya Flavio Briatore yang merupakan manajer Webber melontarkan klaim kalau Red Bull akan membantu pembalap asal Australia itu meraih gelar juara dunia. Horner pun kini serta merta membantah.
"Apalagi yang bisa ia bilang sebagai manajer Mark? Jawaban saya sudah jelas, 'tidak'. Satu-satunya yang kami harapkan dari mereka adalah mereka tak saling merintangi."
"Sebastian harus bertarung untuk mendulang setiap poin, tapi setelah kemenangannya di Jepang tekanannya sedikit berkurang. Mark harus menyeimbangkan penampilannya, ia tak boleh mengemudi terlalu defensif tapi sekaligus juga harus bisa menjaga jarak poin dari para pesaingnya," lugas Horner menganalisis.
(krs/krs)











































