Itulah pendapat Karun Chandok, pembalap yang pernah menggelar demo di Sirkuit Internasional Korea di Yeongnam, 4 September lalu, dengan memakai mobil Red Bull.
"Sirkuitnya akan sangat licin, dengan grip yang rendah. Saya bayangkan begitu," ujar Chandok kepada Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melakukan demo bulan lalu, keadaan Sirkuit Yeongnam memang masih cukup kasar dan mungkin akan berbeda dengan keadaan saat balapan berlangsung akhir pekan ini. Tapi pendapat Chandok bisa memberi gambaran cukup tentang karakteristik sirkuit baru ini.
"Bahkan jika Red Bull bisa menguasai posisi 1-2 di kualifikasi, akan menarik dilihat karena ada lintasan panjang lurus di sektor satu, apakah mereka mampu mempertahankan keunggulan itu saat masuk tikungan keempat di lap pertama," kata Chandok.
"Saya pikir selisihnya akan tipis. Saya pikir selisih waktunya bakal tipis sehingga Fernando Alonso (Ferrari) atau Lewis Hamilton dan Jenson Button (McLaren) bisa mengejar dan bisa memenangi lomba," pungkas Chandok.
Chandok sendiri terakhir membalap buat Hispania Racing Team pada Juli lalu. Sejak saat itu, Chandok tidak punya kursi.
Foto: Fernando Alonso (Ferrari) memimpin di depan Sebastian Vettel (Red Bull). Getty Images/Paul Gilham
(arp/mrp)











































