Usai menjalani pensiun semenjak akhir musim 2006, Schumi balik ke lintasan 'Jet Darat' musim ini. Belakangan, usai juara dunia F1 tujuh kali itu memperlihatkan performa tak mengesankan, banyak yang lantas menyayangkan keputusannya tersebut.
Prost, yang meraih gelar juara dunia F1 tahun 1993 setelah istirahat semusim, adalah salah satu yang menyayangkan. Ia menyebut target Schumi untuk mengejar gelar juara dunia nomor delapan terlalu tinggi dan tak realistis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia harusnya bilang kembali untuk membantu Rosberg, atau Mercedes di tahun pertamanya, atau untuk temannya Ross Brawn. Itu akan lebih mudah untuknya," nilai Prost kepada L'Equipe yang dikutip ESPN F1.
"Itu mungkin disebabkan karena kurangnya kerendahan hati, tapi saya pikir ia menilai dirinya lebih tangguh ketimbang ini," lanjutnya.
Ada beberapa hal yang menurut Schumi sudah menghambat lajunya di lintasan. Tapi untuk Prost itu hanya sekadar alibi karena menilai kendala utama Schumi adalah usianya yang sudah 41 tahun.
"Untuk saya, itu adalah masalah umur. Saya pikir ban hanyalah alasan, karena Schumacher selalu bisa beradaptasi dengan mobil macam apa pun. Itu adalah kekuatan utamanya."
"Sederhananya, tidaklah mungkin kembali ke puncak di usia seperti itu setelah pensiun tiga musim. Ini adalah masalah fisiologis," tegas Prost.
(krs/arp)
