Akhir pekan ini, untuk pertama kalinya Negeri Ginseng menggelar balapan F1. Lomba nanti bakal semakin menarik karena bisa menentukan seperti apa peta perebutan gelar juara dunia 2010.
Namun sayang hingga saat ini GP Korea masih belum mendapatkan sambutan hangat. Diberitakan AFP, baru sekitar 70 ribu tiket yang terjual dari total 120 ribu lembar yang dilepas ke pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persiapan yang kurang baik dinilai sebagai penyebab seretnya penjualan tiket GP Korea. Pasalnya hingga beberapa pekan menjelang balapan, kesiapan sirkuit juga masih dipertanyakan.
"Lihatlah pada sirkuit. Konstruksinya masih dibangun hanya beberapa hari menjelang balapan. Ini memalukan karena orang luar negeri menilai kami tak siap," kata Lee Phil-Soon, seorang pemilik restoran di kota Mokpo.
Masalah politik dinilai sebagai penyebab buruknya persiapan. Pasalnya partai oposisi berkuasa di propinsi Jeolla Selatan, tempat di mana balapan digelar.
"Kami yakin bahwa pemerintah tak mendukung sepenuhnya karena balapan ini digelar di sini. Bila digelar di wilayah lain misalkan Busan, mungkin situasinya bakal berbeda," demikan pendapat Lee.
Korea Auto Valley Operation (KAVO) selaku penyelenggara dan juga pemerintah propinsi optimistis bahwa GP Korea bakal menghadirkan keuntungan, meski untuk itu membuthkan waktu.
"Semuanya berjalan kurang baik namun kami tidak terlalu khawatir. Bila tahun ini bisa sukses, maka situasinya bisa jauh berbeda untuk musim depan," kata jubir KAVO Kim Jae-Ho.
"Kami tidak mengharapkan keuntungan seketika karena proyek ini membutuhkan investasi jangka panjang untuk mengubah wilayah ini menjadi daerah rekreasi dan pusat pariwisata," kata Kang Hyo-Seok, ketua dari badan pendukung F1 dari pemerintah propinsi.
Foto: Pekerja tengah memasang papan nama di sirkuit di Yeongnam yang akan menjadi tempat digelarnya GP Korea akhir pekan ini (AFP/Jung Yeon-Je)
(nar/roz)











































