Hujan deras turun sekitar setengah jam sebelum lomba dimulai. Akibatnya, start dimundurkan selama 10 menit. Karena kondisi tidak ideal, Safety CarΒ (SC) dikirim masuk untuk memimpin balapan.
Baru tiga lap, marshall memutuskan balapan dihentikan sementara lantaran kondisi dianggap tidak memungkinkan. Hujan masih deras, cipratan air dari putaran roda bisa sangat mengganggu pembalap, dan tentu saja faktor keamanan buat mereka yang berada di lintasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Balapan sesungguhnya pun dimulai, dengan bayang-bayang tidak akan selesai penuh 55 lap. Sebastian Vettel mengamankan posisinya sebagai pemegang pole, diikuti Mark Webber dan Fernando Alonso. Adrian Sutil melenceng sedikit, begitu pula dengan Jarno Trullli dan Bruno Senna, tapi mereka masih bisa melanjutkan lomba.
Jenson Button yang memenangi GP Malaysia 2009 dalam kondisi hampir mirip dengan hari ini, disalip Felipe Massa. Di depannya, Nico Rosberg lebih gemilang saat mendahului Lewis Hamilton untuk mengisi posisi keempat.
Di lap 19 Webber mengalami kesialan besar. Ia melinting di Turn 13, terpelanting ke pagar pembatas lalu terbanting ke sisi seberang. Alonso berhasil menghindar, tapi tidak dengan Rosberg. Webber yang dalam keadaan tidak seimbang dihajar Rosberg dari belakang. Keduanya tamat.
Webber belakangan mengakui bahwa itu semata-mata kesalahannya. Yang pasti, ia kehilangan kesempatan untuk menjaga jarak dengan rival-rivalnya sebagai pimpinan klasemen sementara, bahkan terancam didongkel oleh Vettel.
Insiden tersebut membuat SC keluar lagi untuk memberi kesempatan petugas buat membersihkan lintasan dari "kotoran" dan mengangkat Red Bull dengan buldozer. Mobil kuning keluar dua lap kemudian, balapan mulai lagi.
Trulli dan Senna "bertemu" lagi di tikungan pertama, hidung depan Lotus-nya Trulli copot. Insiden ini sempat diinvestigasi, tapi tak ada sanksi apapun.
Performa Button menurun ketika ia juga disalip Schumacher di lap 27. Pembalap Inggris itu lalu masuk pitstop untuk menukat ke ban intermediate, dan setelah keluar ada di urutan ke-16. Jauh sekali untuk menambah poin, sementara balapan tersisa dua seri lagi.
Trek yang basah tentu saja membuat jet-jet darat itu lebih mudah slip. Heiki Kovalainen dan Adrian Sutil mengalaminya, juga Sebastian Buemi kehilangan keseimbangan lalu menabrak dengan telak badan mobil Timo Glock. SC lagi-lagi dikeluarkan dari garasi di lap 31. Hamilton, Massa, dan Schumacher memanfaatkannya dengan masuk pitstop.
Vettel melakukan hal yang sama di lap 33, bersamaan dengan Alonso. Mereka pun beradu cepat di pitstop. Vettel memakan waktu 23 detik lebih, Alonso 27,610 detik. Vettel masih terdepan, tapi Alonso keluar di belakang Hamilton.
SC keluar di lap 34, balapan dilanjutkan dalam posisi rapat di antara semua kontestan. Button lalu terlibat duel "brutal" dengan Sutil, dan dia kalah. McLaren-nya menyasar ke trek rumput. Sudah tak ada harapan buat dia memperoleh angka.
Insiden terjadi lagi di lap 41 dengan Vitaly Petrov sebagai korbannya. Sudah tujuh pembalap out. Tapi apa yang dia alami "tidak ada apa-apanya" dibanding dengan yang menghampiri Vettel di lap 46.
Dalam posisi cukup aman untuk menang, mobilnya terlihat melambat. Di tikungan ia dilewati Alonso. Masalah besar untuk Vettel ketika ia juga dibalap Hamilton dengan mudah. Jelas, ada problem dengan kendaraannya. Dan RS27 akhirnya benar-benar jebol. Benar-benar mengecewakan. Duo Red Bull tumbang di hujan Yeongam.
Alonso kemudian memainkan perannya sebagai pimpinan lomba, dan orang Spanyol ini berhasil mempertahankannya sampai finish. Ia meraih kemenangannya yang kelima di musim ini: tiga kali dalam empat seri terakhir.
Balapan perdana GP Korea telah melahirkan banyak cerita, termasuk aksi jet-jet darat itu baru selesai menjelang matahari terbenam, karena menghabiskan sampai tiga jam dari bendera start dikibarkan. (a2s/a2s)











































