Webber memulai balapan di Yeongam sebagai pimpinan klasemen, dan oleh karena itu memiliki kans terbesar dibanding rival-rivalnya. Namun, nasib sial tak bisa ia hindari. Di lap 19 pembalap Red Bull itu melintir lalu dihantam dari belakang oleh Nico Rosberg.
Kegagalan finish membuat Webber tetap dengan 220 poin, digeser oleh Fernando Alonso yang menjadi juara di Korea. Pembalap Ferrari itu kini memuncaki klasemen dengan 231 poin, sementara kompetisi menyisakan dua seri saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi bisa berubah-ubah dengan sangat cepat, dan ini adalah kali kedua saya tidak finish di musim ini. Tapi masih ada dua balapan lagi dan saya akan melakukan yang terbaik," sambungnya.
Tentang insiden nahas yang dialaminya, pria Australia berusia 34 tahun itu menyebutnya sebagai murni kesalahan individu: dirinya sendiri. "Hari ini bukanlah hariku," simpulnya. (a2s/a2s)











































