Webber memulai GP Korea yang digelar akhir pekan lalu dengan keunggulan 14 poin dari pengejar terdekatnya, Sebastian Vettel --yang juga rekan setimnya-- dan Fernando Alonso dari Ferrari.
Akan tetapi, Webber kemudian gagal menambah angka setelah kehilangan kendali mobilnya dalam sebuah kerb licin, menghantam pembatas di sisi lain lintasan, sebelum kemudian terpental balik ke dalam trek dalam keadaaan mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Segera setelah insiden itu, Webber langsung mengangkat tangan untuk mengakui kalau itu adalah salahnya. Tapi Gerhard Berger yang pernah berkarir di F1 dengan catatan sepuluh kemenangan menilai semuanya tidaklah sesederhana itu.
"Ia bisa saja menginjak rem dan langsung menghentikan mobilnya saat menabrak pembatas. Ia ikut membuat Rosberg out, tapi saya pikir bukan itu maksudnya. Saya pikir ia berniat mengincar Alonso atau (Lewis) Hamilton," cetus Berger kepada Servus TV yang dikutip Crash.
"Saya pikir sangat jelas (bahwa gerakan itu disengaja), ia menabrak dan tahu balapannya sudah selesai. Di momen itu, ia frustrasi dan ribuan pikiran berkecamuk dalam benaknya. Jelas sekali, Anda bisa lihat bannya tidak terkunci. Mungkin ia punya masalah dengan rem, tapi saya pikir tidak," cibir Berger.
Perkara rem itu sendiri juga ikut dipertanyakan oleh Rosberg. "Aku tak mengerti kenapa Webber tak mengerem. Masih bergerak di lintasan dalam trek seperti itu jelas gila," keluh Rosberg di akun Twitternya.
Entah apa dugaan Berger itu benar adanya, tapi yang pasti lintasan Sirkuit Internasional Korea memang sudah diguyur hujan deras sebelum balapan. Ini niscaya menambah licin permukaan trek baru tersebut.
(krs/mrp)











































