Red Bull Konsisten Bersikap Adil

Red Bull Konsisten Bersikap Adil

- Sport
Kamis, 28 Okt 2010 08:57 WIB
Red Bull Konsisten Bersikap Adil
London - Sejak awal musim, Red Bull memilih bersikap tidak menganakemaskan salah satu di antara dua pembalapnya, Sebastian Vettel dan Mark Webber. Sikap itu konsisten dijalankan sampai akhir.

Usai GP Korea akhir pekan lalu, Red Bull kehilangan posisi teratas klasemen pembalap yang tadinya dikuasai Webber. Kini, singgasana dipunyai pembalap Ferrari, Fernando Alonso dengan nilai 231 angka, sedangkan Webber turun ke posisi dua dengan 220 poin dan Vettel jadi keempat (206 angka).

Hal itu tidak lepas dari ketidakberuntungan yang menimpa Red Bull di Korea. Webber out saat lomba baru berusia 18 lap karena kecelakaan, sementara mesin Vettel jebol di menit 45.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan dua seri tersisa, secara teori, peluang terbesar Red Bull untuk melihat pembalapnya jadi juara dunia ada di tangan Webber, namun hal itu tidak membuat mereka menganakemaskan Webber dibanding Vettel.

"Kami punya dua pembalap fantastis dan kami akan terus menyokong mereka secara adil sejalan dengan etika olahraga Red Bull yang luar biasa," kata prinsipal Red Bull, Christian Horner, seperti dikutip Autosport.

Red Bull beralasan, jalannya sebuah balapan kadang tidak bisa diprediksi. Karenanya, tetap memberi kesempatan yang setara untuk kedua pembalap adalah jalan terbaik menyikapinya.

"Seperti kita lihat di Korea, mustahil untuk memprediksi apa yang akan terjadi dengan lima pembalap yang bersaing ketat untuk jadi juara. Sebagai contoh, sisa 10 lap Sebastian sedang memimpin klasemen tapi karena nasib sial kami Alonso jadi yang memimpin," urai Horner.

"Itu menunjukkan, situasi bisa berubah dengan sangat cepat. Tentu saja, karena kita sedang mendekati akhir musim, perhitungan matematisnya akan bicara dan saya yakin kedua pembalap akan melakukan semua yang mungkin untuk mencapai hasil terbaik buat tim," tutup dia.


(arp/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads