Saat ini, Button berada di posisi kelima klasemen pembalap dengan 189 angka. Ia tertinggal 42 angka dari pembalap Ferrari, Fernando Alonso, yang bercokol di peringkat teratas.
Untuk bisa melampaui peroleh angka Alonso, tentunya juga duo Red Bull Mark Webber dan Sebastian Vettel serta rekan setimnya Lewis Hamilton, maka Button wajib selalu menang di dua balapan terakhir dan berharap rival-rivalnya mengalami nasib sial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu bilang saya akan bertarung hingga secara matematis sudah mustahil. Jelas, melihat apa yang tertulis di koran, maka Anda harus akui, peluangnya berat," aku Button seperti yang dikutip SkySports.
"Tapi saya akan menyesal seumur hidup apabila saya memilih tidak memperjuangkannya. Situasinya memang mengharuskan saya bertarung total untuk meraih titel," tukas pembalap Inggris itu.
Button yang baru dua kali menang tahun ini, yakni di Australia dan di China di awal musim, percaya kalau F1 bukanlah kompetisi yang mudah ditebak. Situasi bisa berganti dengan drastis hanya dalam satu balapan.
"Di F1, Anda takkan pernah tahu. Sangat mungkin bila saya menang di Interlagos (GP Brasil), mengambil poin maksimal dan rival-rival saya tidak ada yang finis," kata Button.
"Jika balapan berlangsung dalam kondisi basah, itu akan mudah terjadi. Pada dasarnya, Anda belajar bahwa di dalam olahraga ini bahwa tidak ada yang berakhir sebelum semuanya berakhir," pungkas pembalap 30 tahun itu.
(arp/din)











































