'Tugas' Massa Antar Alonso Juara

Jelang GP Abu Dhabi

'Tugas' Massa Antar Alonso Juara

- Sport
Rabu, 10 Nov 2010 17:20 WIB
Tugas Massa Antar Alonso Juara
Jakarta - Ferrari menjadi tim yang tahu benar bagaimana memanfaatkan pembalap keduanya untuk membantu memenangi gelar juara dunia. Akhir pekan ini Felipe Massa diharap bisa mengantar Fernando Alonso meraih titelnya yang ketiga.

Alonso dalam posisi paling diuntungkan untuk menjuarai F1 musim ini terkait keunggulan poin yang dia miliki atas Mark Webber, Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton. Namun karena gelar tersebut masih belum pasti didapat, dia tentunya sangat mengharap bantuan dari manapun itu datangnya.

Massa secara terang-terangan sudah menyatakan kalau dia siap memberi dukungan dan bantuan pada rekan setimnya itu. Fakta yang membuat kans pembalap Spanyol itu jadi kampiun semakin besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah mencatat kalau beberapa pembalap Ferrari berhasil menjadi juara dunia dengan bantuan rekan setimnya. Massa sendiri pernah mengalaminya di tahun 2007 lalu, saat dia dengan sangat baik mengawal Kimi Raikkonen ke tahta juara.

Saat itu di seri terakhir yang dilangsungkan di Brasil, Kimi (100 poin) cuma dapat posisi start ketiga, dua strip di belakang Lewis Hamilton (107) yang merebut pole. Di sinilah Massa (start kedua) kemudian memainkan peran pentingnya: mengawali balapan dengan sempurna dia bisa langsung menyalip Hamilton dan memberi ruang buat Kimi ikut mendahului si pembalap McLaren dan naik ke posisi dua.Β 

Hamilton kemudian memang mengalami masalah pada girboks yang membuat dia cuma bisa finis keenam, sementara Kimi jadi juara. Keberhasilan The Iceman memenangi race dan jadi juara dunia jelas tak bisa dilepas dari peran Massa yang tampil gemilang meredam Hamilton.

Kondisi serupa terjadi di tahun 2003 di mana Ferrari yang diperkuat Michael Schumacher dan Barrichello menjalani persaingan sengit dengan Kimi (McLaren Mercedes). Saat itu memasuki seri terakhir di Jepang, Scumi punya poin 92 sementara Kimi 83.

Schumi sepertinya akan kehilangan gelar karena dia dapat nasib buruk di Suzuka: start dari posisi 14, sempat merosot ke urutan 19 dan bahkan bersenggolan dengan Takuma Sato yang membuat sayap mobilnya bermasalah.

Makin menipiskan peluang dia jadi juara adalah keberhasilan Kimi merangsek ke posisi teratas. Di sinilah Barrichello kemudian berperan, dia memberi perlawanan sengit pada Kimi dan kemudian mengalahkan pembalap Finlandia itu untuk menduduki podium teratas.

Schumi pada akhirnya bisa finis kedelapan, yang cukup untuk mengamankan gelar juara dunianya tahun itu. Namun kerja keras yang diberikan Barichello membuat pekerjaan Schumi jauh lebih ringan.

Akankah peran serupa bisa dilakukan oleh Massa terhadap Alonso di akhir pekan ini?
(din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads