Berkarir sejak tahun 2002, Webber memang tergolong telat mekar. Kemenangan pertama pembalap Australia itu baru terjadi tahun 2009, yakni di GP Jerman--saat ia sudah berusia 33 tahun.
Tahun ini bisa dibilang adalah masa keemasan Webber. Pembalap Red Bull Racing itu berada di posisi kedua di klasemen dengan nilai 238, selisih delapan dengan Fernando Alonso yang berada di puncak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penentuan itu akan hadir akhir pekan ini saat sirkus F1 menjalani seri terakhirnya di Abu Dhabi. Dengan enteng, Webber menganggap bahwa ini bukanlah situasi do or die buatnya.
"Saya ingin berhasil Minggu nanti, tapi jika hal itu tidak terjadi, maka saya masih punya peluang tahun depan," komentar Webber sebagaimana yang dilansir Autosport.
"Saya tahu saya sangat beruntung bisa memiliki kesempatan bisa sampai pada titik ini. Saya tidak sedang rakus, tetapi saya tahu saya punya peluang bagus," tandas dia.
(arp/krs)











































