Ferrari Salah Strategi, Titel Ketiga Alonso Menguap

Ferrari Salah Strategi, Titel Ketiga Alonso Menguap

- Sport
Minggu, 14 Nov 2010 22:49 WIB
Ferrari Salah Strategi, Titel Ketiga Alonso Menguap
Abu Dhabi - Fernando Alonso harus mengubur mimpinya untuk merengkuh gelar juara dunia Formula 1 ketiganya. Kegagalan Alonso banyak terletak pada kesalahan strategi yang dilakukan Ferrari.

Sebelum lomba GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu (14/11/2010), Alonso adalah favorit juara karena ia berada di posisi teratas klasemen dengan nilai 246, di depan Mark Webber yang punya 238 poin dan Sebastian Vettel yang punya 231 angka.

Posisi start ketiga yang didapat Alonso di kualifikasi sebenarnya sangat menjanjikan. Bila bisa mempertahankan posisi ketiga sampai finis, maka Alonso tetap juara dunia walaupun Vettel keluar sebagai juara.

Tanda-tanda buruk buat Alonso belum nampak walau ia melorot ke posisi empat karena disalip Jenson Button di garis start. Posisi keempat itu pun masih cukup buat Alonso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi berubah tidak menguntungkan untuk Alonso sejak Webber masuk pit di lap 13 dan keluar lagi di posisi 16. Ferrari lantas meminta Felipe Massa pit dan berharap ia keluar di depan Webber. Hasilnya tidak sukses, Massa tetap berada di belakang Webber.

Dengan ban baru, Webber lebih kencang 0,8 detik dari Alonso. Ferrari lantas memutuskan untuk membawa Alonso masuk pit dan berharap pembalap Spanyol itu tetap di depan Webber.

Namun Ferrari tidak menghitung posisi Nico Rosberg dan Vitaly Petrov yang sudah pit saat lomba di awal-awal masih di bawah safety car. Akibatnya, Alonso pun stuck di belakang Petrov sampai akhir lomba.

Dengan sejumlah pembalap di depannya mulai masuk pit, peringkat Alonso pun mulai naik. Namun kegagalan menyalip Petrov membuat Alonso hanya finis ketujuh; tidak cukup untuk mempertahankan keunggulannya di klasemen.

Alonso pun harus merelakan posisi teratas yang sudah ia tempati usai GP Korea berpindah tangan, justru kepada Vettel yang sebelumnya ada di posisi ketiga. Mungkin, Alonso dan Ferrari kini tinggal menyesali kesalahan strategi mereka.


(arp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads