Alonso dalam posisi lebih unggul saat seri terakhir F1 musim 2010 digelar di Abu Dhabi. Juara dunia 2005 dan 2006 itu cuma butuh finis di posisi dua untuk bisa menyegel gelarnya yang ketiga.
Peluang tersebut terbuka lebar setelah Alonso mampu meebut posisi start ketiga. Meski di awal balapan urutannya turun ke tangga empat, kans Alonso untuk tetap jadi juara sesungguhnya masih terbuka lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegagalan Alonso menjadi juara dunia itu dianggap menjadi kesalahan Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo. Dia pun diminta turun dari jabatannya oleh seorang menteri. Demikian diberitakan AS.
"Meski dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki Alonso, Ferrari menghilangkan gelar yang sudah dimenangi. Kita kecewa dengan strategi gila dan dia (di Montezemolo) bersalah," ungkap salah satu menteri di kabinet Italia, Roberto Calderoni.
"Dia haru pergi dari Maranello secepatnya jadi dia tak memberi pengaruh buruk lainnya buat Ferrari. Pagi ini kami berharap pengunduran dirinya," lanjut Calderoni.
Di MontezemoloΒ tak diam saja dapat serangan seperti itu. Sambil mengakui kekalahan Ferrari di musim 2010 ini, dia menyerang balik Calderoni.
"Kadang pemenang juga menderita kekalahan, tapi kami tidak menyerah. Ada sedikit orang yang secara sistematis dan mengakar terus menentang negara dan simbol-simbolnya. Untungnya mereka cuma kaum minoritas," cetus Di Montezemolo .
Dalam penyataannya seusai balapan, Alonso menolak menyalahkan siapaun atas kegagalannya menjadi juara dunia. Dia lebih memilih untuk mengucap selamat pada pesaingnya, Sebastian Vettel.
(din/key)











































