Vettel menahbiskan diri sebagai juara dunia F1 termuda setelah menjuarai GP Abu Dhabi akhir pekan lalu. Di usia 23 tahun 134 hari, Vettel menumbangkan rekor 23 tahun 300 hari milik Lewis Hamilton tahun 2008.
Selain itu, Vettel juga menjadi pembalap Jerman kedua yang pernah duduk di puncak tertinggi balapan open wheeler paling prestisius ini. Vettel mengekor jejak Michael Schumacher di mana nama yang ini terakhir jadi juara dunia tahun 2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam tahun penantian penggemar F1 Jerman untuk melihat pembalap negeri mereka juara terbayar sudah. Mercedes melihat kemenangan Vettel akan mendorong lagi popularitas F1 di Jerman.
"Tentu saja, ini adalah kisah besar buat Jerman sekaligus dorongan berharga buat F1," timpal Haug yang pabriknya menyuplai mesin buat tiga tim, Force India, McLaren dan Mercedes GP.
Efek positif Vettel buat perkembangan F1 juga dirasakan oleh Direktur Motorsport BMW, Mario Thiessen. BMW yang pernah menampung Vettel saat masih hijau berharap akan ada bakat-bakat baru yang menyusul Vettel.
"Tentu saja, kesuksesan Sebastian akan punya efek. Banyak fans yang ingin menirunya dan dia akan jadi panutan buat para pembalap gokart muda," tutur Thiessen.
Pertengahan tahun 2006, BMW Sauber mengambil Vettel sebagai pembalap penguji. Tahun 2007, Vettel mendapat kesempatan membalap sekali di GP AS dan mendapat poin. Setelahnya, baru Vettel hijrah ke Toro Rosso, tim satelit dari Red Bull, timnya saat ini.
"Dia konsisten, belajar dari kesalahan dan tidak pernah kehilangan fokus pada target," puji Thiessen.
(arp/roz)











































