Webber sempat jadi salah satu kandidat kuat juara pada musim lalu. Akibatnya, ia sampai harus bersaing ketat dengan rekannya sendiri di Red Bull, Sebastian Vettel.
Sebagai imbas dari persaingan tersebut, Webber juga jadi sering berkonflik dengan manajemen timnya yang ia nilai acap menganakemaskan Vettel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak yang sudah terjadi tahun ini, yang merupakan hal baru untuk tim ini. Sebastian kini jadi juara dunia dan aku harus kembali berada di posisi di mana aku bisa kembali berusaha mengalahkannya sesering aku membalap," tutur Webber kepada BBC Radio 5 Live.
"Dan itu juga berlaku sama terhadap Jenson (Button), Lewis (Hamilton), Fernando (Alonso), semua pembalap yang akan kembali jadi rival kuat," lanjutnya.
Kegagalan menjadi juara dunia jelas belum ia lupakan sepenuhnya. Tapi Webber memilih untuk menjadikan itu sebagai pelecut semangat. Ia pun menatap musim anyar dengan tekad baru.
"Tombol reset sudah ditekan. Terlebih lagi kami akan punya regulasi-regulasi baru. Jelas aku sempat berada dalam posisi untuk bisa bikin sesuatu yang amat sangat unik tapi kisah dongengnya tidak terlaksana."
"Tapi masih banyak hal positif buatku untuk memulai musim baru dengan segar dan penuh energi untuk berusaha lagi. Aku punya tim berisi orang-orang hebat di sekelilingku dan itulah yang akan kami bidik," tegas Webber.
(krs/rin)











































