Revolusi Formula 1 Disepakati

Revolusi Formula 1 Disepakati

- Sport
Rabu, 05 Mei 2004 01:12 WIB
Jakarta - Gagasan menggelar grand prix Formula 1 tandingan tampaknya tidak akan dilanjutkan setelah perencanaan revolusi olahraga kebut-kebutan ini disepakati oleh tim-tim peserta.Usai mengadakan pertemuan di Monaco, Selasa (4/5/2004), Presiden Federasi Automobil Internasional (FIA) Max Mosley mengatakan, para petinggi tim-tim tersebut hampir merampungkan kesepakatan β€œproposal revolusioner”.Beberapa isi proposal tersebut yang bersifat teknis adalah penggunaan mesin-mesin yang lebih kecil, salah satunya agar terjadi reduksi kecepatan; pengenalan pabrikan ban tunggal; serta perubahan sistem sesi kualifikasi yang seyogyanya bisa dilakukan mulai musim depan.Mosley mengatakan, saat ini anggaran pengembangan mesin 14 dari 20 tim peserta mencapai satu miliar poundsterling atau sekitar 15,7 triliun rupiah. Dengan pembaruan ini diharapkan anggaran tersebut terpangkas sampai setengahnya.Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini mencuat banyak keluhan dari pelaku F1 itu sendiri, misalnya kesenjangan antara tim kecil dengan tim besar, ongkos operasi yang terus melangit, sampai dominasi Ferrari dan Michael Schumacher yang bisa mematikan kompetisi.Beberapa perusahaan pembuat mobil F1 kemudian melontarkan keinginan berpisah dari F1-nya Bernie Ecclestone dan berniat membuat balapan tersendiri. Ancaman ini semula akan dimulai sejak 2008, setelah kontrak pagelaran grand prix Formula 1, yang tertuang dalam β€œKesepakatan Concorde” antara tim-tim, FIA, dan Ecclestone, berakhir. Mosley menambahkan, supremo F1 Ecclestone juga telah menyetujui peningkatan nilai pembayaran kepada tim-tim peserta, yang selama ini kerap menuntut demikian. β€œSaya benar-benar senang dengan hasil pertemuan ini,” ujar bos tim Jordan, Eddie Jordan. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads