Seperti diberitakan sebelumnya, Kubica yang merupakan pembalap tim F1 Lotus Renault mendapat kecelakaan tatkala melakukan aktivitas sampingan di lintasan reli.
Akibat kecelakaan itu, tulang di kaki dan tangan kanannya dilaporkan patah. Sejumlah luka parah juga menyayat lengannya, diyakini karena tabrakan sudah membuat sejumlah material pagar pembatas menembus kokpit mobil dan mengenai Kubica.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Kubica tengah berada dalam kondisi yang stabil, kendati tetap serius. Ia sekarang sedang ditempatkan dalam kondisi induksi medis koma pasca-operasi.
"Ini sudah menjadi operasi sulit dan amat penting," komentar Profesor Mario Igor Rossello, dokter spesialis tangan yang menangani Kubica, seperti dikutip Autosport.
"Lengan kanan Robert Kubica tersayat di dua bagian, dengan luka besar di bagian tulang dan otot tendon. Kami melakukan yang terbaik untuk mengembalikan fungsi lengan," paparnya.
Untuk menangani Kubica, imbuh Rossello, dibutuhkan tujuh dokter yang dibagi ke dalam dua tim. Satu tim yang berasa dari Rumah Sakit San Paolo terbiasa menangani cedera dalam kasus serupa, sedangkan tim lain datang dari departemen ortopedi Rumah Sakit Corona. Total tujuh jam dibutuhkan untuk melakukan operasi tersebut.
"Di akhir operasi, pembuluh darah di tangan Robert sudah membaik dan tangannya terasa hangat, yang merupakan hal baik. Setelah operasi, ia akan tetap dimonitor semalaman karena kondisinya masih serius," lanjut Rossello.
(krs/nar)











































