Seperti diberitakan sebelumnya, Bahrain dilanda demonstrasi yang menentang pemerintahan yang berkuasa. Kondisi tersebut jelas mengkahawatirkan, terlebih sudah muncul korban jiwa dari aksi protes tersebut.
Sebagai imbasnya gelaran GP2 Asia yang dijadwalkan digelar pekan ini di Bahrain terpaksa dibatalkan. "Menyusul dengan situasi terkini di Bahrain dan permintaan dari federasi motorsport Bahrain, maka diputuskan bahwa balapan yang seharusnya digelar pekan ini di sirkuit internasional Bahrain dibatalkan karena force majeure," demikian keterangan penyelenggara dikutip dari News.com.au.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran ini juga melanda GP F1, di mana Bahrain menjadi tempat gelaran seri pembuka yakni pada 13 Maret. Memang, pihak penyelenggara telah memberikan jaminan keamanan. Namun dari pihak F1 sendiri belum memberikan keputusan.
"Pekan depan kami akan mengambil keputusan tentang apa yang harus kami lakukan," ujar bos F1 Bernie Ecclestone dikutip dari Autosport.
Tim-tim F1 akan bertemu di Barcelona pada hari Jumat untuk membicarakan situasi di Bahrain. Ada pun Bahrain International Circuit sendiri juga dijadwalkan menjadi venues tes F1 pada 3 hingga 6 Maret mendatang.
(nar/krs)
