Bahrain hingga saat ini masih diguncang unjuk rasa menentang Pemerintah. Tindakan represif dari aparat keamanan membuat kerusuhan beberapa kali meletus, bahkan sampai merenggut korban jiwa.
Situasi ini tentu tidak mengenakan buat Formula 1 karena di sana akan digelar tes resmi ketiga, yakni pada 3-6 Maret. Selain itu, Bahrain juga akan jadi tuan rumah seri pertama pada 13 Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita membutuhkan tes di tempat yang panas," ujar desainer Red Bull, Adrian Newey, seperti yang dikutip Auto 123 Racing.
"Saya tidak tahu detailnya, tetapi andai kita tidak bisa beruji coba di Bahrain, maka Abu Dhabi bisa jadi pilihan yang bagus," tukas Direktur Olahraga Renault, Steve Nielsen.
Bahkan, bila nantinya balapan di Bahrain juga dibatalkan atau digeser ke akhir tahun, tim dan pembalap bisa tetap melanjutkan tes di Abu Dhabi.
"Itu yang paling logis. Hal itu memenuhi kebutuhan kita secara teknis dan secara operasional tidak berbeda jauh dari rencana semula mengingat dekatnya Bahrain dengan Abu Dhabi," tegas Direktur Teknik Toro Rosso, Giorgio Ascanelli.
(arp/a2s)











































