Kebijakan Red Bull dalam membebaskan persaingan di antara kedua pembalapnya sudah bikin hubungan Webber dengan Vettel musim lalu berjalan dalam rivalitas cukup sengit.
Hubungan kian memanas setelah di GP Inggris Red Bull memberikan komponen sayap depan milik Webber kepada Vettel. Padahal sebelum itu, keduanya juga sempat bersenggolan di GP Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda ingin kesempatan yang sama dan jika kemudian gagal, ya itu risikonya. Tapi jika Anda harus tampil hanya beralaskan sandal di Wimbledon dan melawan (Roger) Federer yang mengenakan sepatu Nike, untuk apa susah-susah berusaha?" tutur Webber coba beranalogi di ESPN F1.
"Sayap (di GP Inggris) tidak terlalu memberi banyak (keuntungan) tapi itu adalah keputusan sulit untuk tim. Saya pikir, menatap masa depan, kami kini akan melakukannya dengan cara berbeda," lugasnya optimistis.
Musim lalu Webber sempat bercokol di pucuk klasemen dan diprediksi jadi kampiun. Namun, pada akhirnya ia hanya menuntaskan musim di posisi tiga, dengan Vettel menjadi juara.
(krs/din)











































